Postingan

Lantas, Bagaimana Dengan Cinta?

Perempuan malang yang selalu disetubuhi rindu dan rela tidak dibayar Wanita jalang yang pada akhirnya hanya mendapati sebuah ketiadaan Yang ada hanya pilu dan titik-titik luka yang makin luas Lantas, bagaimana dengan cinta?  Seharusnya, cinta yang benar tidak dapat mematikan hati
Ende,  di penghujung malam 17 oktober.

Lari Sore Hari Pertama

*saya menulis ini dalam keadan sedang ngos-ngosan di pinggir pantai Bitta dan sambil mendengarkan Like A Stone-nya Audioslave*Sedari pagi, saya memutuskan untuk membuat jadwal rutin lari sore di pantai Bitta. Kebetulan pantai Bitta berada tidak jauh dari rumah. Suara ombak yang kecil saja bisa kedengaran di rumah. Sudah bisa dibayangkan kan betapa dekatnya rumah dengan pantai? Hehehe. Barusan, saya mulai berlari dari barat, di bebatuan penyokong tembok bandara sampai ke bagian timur kurang lebih sejajar dengan tempat rekreasi; Nangawitu. Dari rumah, niatnya lari minimal 4 kali putaran. Daaaan, ternyata eyke gak kuat jeng. Baru setengah putaran, nafas saya sudah tidak karuan. Padahal kecepatannya di bawah standar. Saya beristirahat sejenak di bagian timur, kurang lebih 5 menit. Kemudian, berlari kembali ke tempat semula (bagian barat).
Finally, saya hanya sanggup berlari satu putaran saja. Betapa saya merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak-anak kecil yang sedari tadi be…

Senja

Gambar
Merapal doa pada senja yang ranum adalah sebaik-baiknya harapan; layaknya senja mencintai petang dan kita yang menganut sederhana. Ende, 17 Juli 2018

Rahasia

Pada sunyinya sepertiga malam-Mu
Aku menengadah memohon cinta-Mu
Aku bersimpuh mengharapkan ridho-MuUntuk jiwa yang nanar
Dekap aku agar tetap sabar
Bimbing aku agar tetap tegarKelak pada suatu masa yang kekal
Semoga Jannah-mu menjadi tempat aku tinggalEnde, 04.10.2017 || 02.22
.
.
Hartina

Dasar Payah

Baiklah! Saya akui, hari ini saya kalah. Dari awal saya memang salah. Kenyataan ini sudah tidak bisa disanggah. Ada yang bilang jangan marah-marah, mari ramah-ramah. Siapa yang marah? Marah sih tidak, tapi kecewanya banyak. Ini kenyataan hidup.
Dasar perempuan gila! Iya, saya gila! Kenapa? Siapa mau larang? Dunia saya bebas! Dilarang melarang! Jangan beri nasihat, saya belum minta.
Atas segala cemas yang berkecamuk, atas desah resah yang sedang menyerang, apa yang bisa diubah dengan mulut omong kosongmu?Mataram, 14 maret 2017.

Kebisuan Abadi

Mungkin adikmu akan tertawa terbahak-bahak, kakakmu takkan pernah mau menatap mataku. Dan kau.. Katakan padaku apa yang sedang terjadi. Ketika membuka mata, kau akan melihat ada yang salah. Jadi, inilah hiburan kita mulai hari ini. Puisi bodoh seperti apa yang bisa mengubah keadaan?
Kebisuan. Abadi.
~akankah semua jadinya bila bukan kamu..

Karma Siapa?

Saat waktu menuju petang. Saat senja mulai hilang. Rasa sesal akan datang.  Segala harapan kaku terlentang. Setumpuk kata maaf akan ditentang. Lalu, segala resah kutendang! Mungkin kau juga.Ini bukan apa-apa. Hanya tulisan tawar tanpa gula.
Ini bukan apa-apa. Hanya tulisan sampah yang kelak (akan) murka!Lalu, atas segala cemas yang berkecamuk, karma siapa yang sedang aku tanggung?